logo_lbp

Kemampuan Pemerintah Jaga Kestabilan Ekonomi Buat IHSG Naik 5,33 Poin

wartaekonomi.co.id

wartaekonomi.co.id

DATE

October 25, 2022

WE Online, Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Selasa (10/2/2015) dibuka meningkat ke level 5.353,80 poin didorong kepercayaan investor terhadap ekonomi domestik.

IHSG BEI dibuka naik 5,33 poin atau 0,10 persen menjadi 5.353,80, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak menguat 1,34 poin (q15 persen) menjadi 927,63. Analis Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya di Jakarta, Selasa mengatakan bahwa aliran dana investasi asing yang masih masuk ke pasar saham menjadi salah satu penunjang indeks BEI untuk melanjutkan kenaikannya.

“Kemampuan pemerintah menjaga kestabilan ekonomi di dalam negri merupakan salah satu faktor penunjang kepercayaan investor asing untuk masuk ke psaar saham domestiik,” katanya.

Secara teknikal, lanjut dia, IHSG BEI yang menembus level batas atas di 5.348 poin semakin memperkokoh kekuatan IHSG untuk menuju tingkat yang lebih tinggi. Target level batas atas berikutnya berada di 5.389 poin. “Kendati demikian, dalam kondisi tren penguatan saat ini, pelaku pasar dapat memanfaatkan peluang untuk untuk mengambil untung dan selanjutnya bisa melakukan akumulasi pembelian kembali,” katanya.

Analis senior dari LBP Enterprise Lucky Bayu Purnomo menambahkan bahwa faktor eksternal menjadi salah satu penopang IHSG BEI melanjutkan penguatan, cadangan uang beredar di kawasan Asia masih cukup tinggi sehingga membuat likuiditas pasar saham di dalam negeri mendapat imbasnya.

Apalagi, ia memproyeksikan bahwa menjelang laporan keuangan emiten domestik untuk periode 2014 juga cukup positif, hal itu tercermin dari kinerja IHSG BEI yang masih terus tumbuh. Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng menguat 33,40 poin (0,14 persen) ke 24.554,40, indeks Bursa Nikkei turun 138,42 poin (0,78 persen) ke 17.573,51, dan Straits Times menguat 12,07 poin (0,35 persen) ke posisi 3.430,70. (Ant)

MORE

ARTICLES

News
viva.co.id

Penguatan Rupiah Tunggu Klimaks Keputusan The Fed

VIVA.co.id Analis LBP Enterprise Lucky Bayu Purnomo memproyeksikan, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, masih akan mengalami tekanan hingga akhir September 2015. Pada saat